Langitku di Makassar

Blog ini berceritra dibalik sebuah peristiwa,keajaiban kehidupan yang kulalui selama hidupku..Ada saja hal yang terselip pada sebuah kehidupan..maka kutulislah dalam sebuah karangan kehidupan..juga ada kisah hati..selamat membaca....

Selasa, 06 November 2007

Apa Yang Akan Terjadi di Kampungku

Hari ini banyak yang pusing,bingung akan terjadi apa di kotaku ini,kota tercinta Makassar. Ibu kota provinsi Sulawesi-Selatan dimana rakyatnya sebanyak 5,2 juta baru saja mencoblos calon gubernur, 5 November. Bingung dan pusing setelah media-media menyebarkan berita hasil quick count Pilkada Sulsel tahun 2007. Dan hasil ketiganya pun berbeda. PT Lingkar Survey Indonesia telah mengumumkan hasil Quic Qountnya "Pertama-tama yang saya sampaikan kepada teman-teman wartawan bahwa saya ucapkan selamat kepada pasangan Syahrul Yasien Limpo-Agus Arifin Nu'mang yang telah memenangkan pilkada pertama di provinsi ini" kata Widdi Aswindi Strategic Director PT LSI dengan mantap dan sangat yakin akan hasil surveynya. Setengah jam kemudian media centre Golkar mengeluarkan hasil yang cukup mengejutkan. Pasangan Amin Syam-Mansur Ramli paket yang diusung Partai Golkar jauh mengungguli dua paket lainnya terutama rivalnya Syahrul Yasien Limpo. Begitupula, hari ini aku baca di media. Tim Pejuang Azis Kahar-Mubil Handaling juga mengeluarkan hasil survey yang lebih mengejutkan lagi. Pasangan ini juga menang.

Dari segi informasi atau strategi issu-cara ini memang sangat jitu untuk saling counter. Tapi yang dibuat pusing, bingung adalah massa akar rumput. Tentu mereka ini akan berjuang habis-habisan untuk memenangkan dukungannya. Meski KPU baru akan mengumumkan pertengahan bulan ini, tapi dalam benak massa akar rumput atau rakyat adalah paket mereka sudah menang. Kalau sudah terjadi seperti ini, maka yang sangat dicemaskan adalah timbulnya gesekan di akar rumput. Bagi ketiga paket, tentu tidak akan merasakan terik panas matahari untuk demo,aksi. Bahkan tidak akan merasakan lemparan batu atau semburan gaz air mata jika polisi menghalau massa. Mereka pasti akan duduk tenang di rumahnya ditemani secangkir kopi,ruangan ber AC. Memang, uang mereka akan terkuras.Tapi apakah uang mampu membayar sebuah nyawa,luka dan kekejaman politik????...

Saya mengakui bahwa kami warga Bugis-Makassar sungguh sangat unik dibanding daerah lainnya. Warga di sini boleh dikatakan sangat ekstreem jika membantu orang atau jika melaksanakan sebuah pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari. Nyawa pun akan menjadi sebuah taruhan untuk mempertahankan sebuah siri' atau keyakinan. Dua paket yang menjadi rival terberat dalam Pilkada Sulsel mempunyai massa dimana nilai siri'nya sangat dalam. Bahwa membantu calon ini, kita harus menang apapaun taruhannya. Bahwa hasil survey yang tersiar sekarang-sudah diyakini oleh masing-masing massa akar rumput sebagai sebuah kemenangan.

Saya tidak menyalahkan hasil yang dikeluarkan tim survey tersebut. Ini adalah proses belajar dalam berdemokrasi. Tapi saya juga tidak menyalahkan sebuah keyakinan yang akan tercurahkan dalam sebuah tindakan.

Realitas politik-pemandangan sebuah politik yang kotor dan bengis. Seandainya tidak ada yang disebut politikus, ataukah negara ini-daerah ini tidak perlu dipimpin oleh seseorang yang dihasilkan dari proses politik maka bisakah pula rakyat akan menjadi tentram,aman dan damai. Kata temanku, kalau mau damai dan nyaman,jauh dari hiruk pikuk kebengisan maka hiduplah di hutan. Ataukah sebaiknya kita manusia di kota ini kembali saja ke kampung halaman. Membangun sebuah peradaban kampung,peradaban asli kemanusian bukan kehidupan yang dibuat-buat seperti di perkotaan.

****ano****

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda